RaArt

Jumat, 10 Juli 2015

Diskusi kita #KamiAnakSI

Data Mining
Data Mining adalah Serangkaian proses untuk menggali nilai tambah berupa informasi yang selama ini tidak diketahui secara manual dari suatu basisdata dengan melakukan penggalian pola-pola dari data dengan tujuan untuk memanipulasi data menjadi informasi yang lebih berharga yang diperoleh dengan cara mengekstraksi dan mengenali pola yang penting atau menarik dari data yang terdapat dalam basisdata.
Data mining biasa juga dikenal nama lain seperti : Knowledge discovery (mining) in databases (KDD), ekstraksi pengetahuan (knowledge extraction) Analisa data/pola dan kecerdasan bisnis (business intelligence) dan merupakan alat yang penting untuk memanipulasi data untuk penyajian informasi sesuai kebutuhan user dengan tujuan untuk membantu dalam analisis koleksi pengamatan perilaku, secara umum definisi data-mining dapat diartikan sebagai berikut
Proses penemuan pola yang menarik dari data yang tersimpan dalam jumlah besar.
Ekstraksi dari suatu informasi yang berguna atau menarik (non-trivial, implisit, sebefumnya belum diketahui potensial kegunaannya) pola atau pengetahuan dari data yang disimpan dalam jumfah besar.
Ekplorasi dari analisa secara otomatis atau semiotomatis terhadap data-data dalam jumlah besar untuk mencari pola dan aturan yang berarti.
Konsep Data Mining
Data mining sangat perlu dilakukan terutama dalam mengelola Data yang sangat besar untuk memudahkan aktifitas recording suatu transaksi dan untuk proses data warehousing agar dapat memberikan informasi yang akurat bagi penggunanya.
Alasan utama mengapa data mining sangat menarik perhatian industri informasi dalam beberapa tahun belakangan ini adalah karena tersedianya data dalam jumlah yang besar dan semakin besarnya kebutuhan untuk mengubah data tersebut menjadi informasi dan pengetahuan yang berguna karena sesuai fokus bidang ilmu ini yaitu melakukan kegiatan mengekstraksi atau menambang pengetahuan dari data yang berukuran/berjumlah besar, informasi inilah yang nantinya sangat berguna untuk pengembangan. berikut langkah-langkahnya :
Data cleaning (untuk menghilangkan noise data yang tidak konsisten) Data integration (di mana sumber data yang terpecah dapat disatukan)
Data selection (di mana data yang relevan dengan tugas analisis dikembalikan ke dalam database)
Data transformation (di mana data berubah atau bersatu menjadi bentuk yang tepat untuk menambang dengan ringkasan performa atau operasi agresi)
Knowledge Discovery (proses esensial di mana metode yang intelejen digunakan untuk mengekstrak pola data)
Pattern evolution (untuk mengidentifikasi pola yang benar-benar menarik yang mewakili pengetahuan berdasarkan atas beberapa tindakan yang menarik)
Knowledge presentation (di mana gambaran teknik visualisasi dan pengetahuan digunakan untuk memberikan pengetahuan yang telah ditambang kepada user).

Selasa, 07 Juli 2015

BLOCK AND SCOPE

Varibel merupakan komponen penting pada pemrograman, Variabel digunakan dalam program untuk menyimpan suatu nilai, dan nilai yang ada padanya dapat dirubah selama eksekusi program berlangsung.
Jika suatu variable diisi dengan nilai di luar jangkauannya maka nilai yang akan disimpan akan diubah sesuai dengan jangkauannya. Misalnya, bila suatu variable bertipe integer diberi nilai 75000, yang tersimpan pada variable tersebut berupa 9494. Sebab nilai positif terbesar pada tipe integer yaitu 32767. Hal ini bekerja sebagaimana speedometer pada kendaraan bermotor. Pada spedometer, apabila nilai maksimumnya terlampaui akan dimulai dari nilai terendahnya, yakni nol.
Perlu diketahui, pemrograman aritmatika yang menggunakan tipe seperti integer akan lebih cepat dibandingkan kalau menggunakan tipe long integer itulah sebabnya sedapat mungkin untuk menggunakan variable dengan memori berukuran kecil.
Pendefinisian variabel tergantung pada bahasa pemrograman yang dipakai ada yang pendefinisian variabel dapat diletakan dimana saja (contohnya : Basic, C++, Dbase, dll ) dan ada pula bahasa pemrograman yang sudah ditentukan pendefinisian variabelnya (contohnya : Pascal, Cobol, dll).
Cakupan (scope) dari sebuah variabel maksudnya adalah sampai mana variabel tersebut memiliki nilai ketika dieksekusi ke dalam sebuah proses. Dengan kata lain, cakupan variabel ini sangat bergantung pada tempat dimana ia dideklarasikan.

VARIABEL GLOBAL DAN VARIABLE LOKAL
Jenis variabel berdasarkan kelas penyimpanannya, yang berkaitan dengan lingkup variabel, Sebuah variabel di dalam sebuah fungsi memiliki jangkauan tertentu.
Skop variabel terdiri dari:
1. Variabel lokal
2. Variabel global
Variable global adalah variable yang di inisial di bagian atas program yang bisa di pakai oleh semua fungsi, prosedur, dan program utama.
Kelemahan dari variable global, antara lain :
Ø Pemborosan memory jika semua variable di definisikan ke dalam variable main program, Karena konsep lokal variable.
Ø Jika sebuah fungsi yang memiliki local variable telah dijalankan memory yang terpakai oleh local variable fungsi tersebut dapat terpakai oleh variable lain/fungsi lain.
Ø Ngetracenya akan sulit karena semua variable dianggap global.

Penjelasan lain mngenai variable global.
Variable adalah suatu tempat untuk menampung suatu nilai pada memory computer. Untuk lebih mudah di akses, variable di beri nama. Nama inilah yang akan menjadi pengenal suatu variable, misalnya a=4, ini berarti bahwa nama variablenya adalah a dan nilainya adalah 4.
Variable global dalam form adalah variable yang aktif selama 1 form berjalan, bila pindah ke form yang lain maka variable ini tidak aktif. Ini dapat dilakukan dengan mendefinisikan variable diluar subroutine, bisanya diletakan pada baris paling atas dari suatu form.Contoh :
dim a as integer diletakan pada baris paling atas maka variable a selalu aktif selama form aktif. Variable global dalam aplikasi adalah variable yang aktif selama aplikasi masih aktif. Variable ini masaih aktif meskipun form yang berjalan sudah berganti. Untuk mendefinisikan variable ini dilakukan dengan menambahkan modul dan pendefinisian dengan global.

Variable = nilai

Sebagai contoh untuk memasukan nilai 5 ke dalam variable a dapat di lakukan dengan a=5. atau memasukan nama ‘widya’ ke dalam variable nama dapat dituliskan nama=”widya” (pada tipe data string, penulisan diberi tanda petik dua).

Variabel local, Variabel yang hanya dikenal di daerah yang lokal saja, misalnya di dalam sebuah fungsi/prosedur tertentu saja dan tidak dikenal di daerah lainnya. Harus dideklarasikan di dalam blok yang bersangkutan Variabel lokal dibentuk ketika fungsi dipanggil dan akan dihapus dari memori bila eksekusi terhadap fungsi selesai.Tidak ada inisialisasi otomatis

Variabel Global=
-) Variabel yang dikenal diseluruh daerah di dalam program, di dalam dan luar fungsi.
-) Dideklarasikan di luar suatu blok statemen atau di fungsi-fungsi yang menggunakannya.
-) Variabel global dapat dideklarasikan kembali di dalam fungsi. (redeclare)

Kerugian penggunaan Variable global:
-) Memboroskan memori computer karena computer masih lagi. menyimpan nilainya walaupun sudah tidak diperlukanan lagi.
-) Mudah terjadi kesalahan program karena satu perubah dapat menyebabkan perubahan menyeluruh pada program .
-) Pembuatan fungsi lebih sulit, karena harus diketahui variable global apa saja yang digunakan. --) Pendeteksian kesalahan program lebih sulit dilakukan.


CONTOH :
#include (iostream.h)
#include (conio.h)
int a; // ini yang dinamakan variabel global
void main()
{
a = 10;
cout << "Nilai a = " << style="font-weight: bold;">Variabel Lokal :
#include (iostream.h)
#include (conio.h)
voin main()
{
int a; // ini yang disebut dengan variabel local
a = 10;
cout << "Nilai a = " <<>

FILE

File adalah suatu bentuk penyimpanan eksternal dalam suatu media penyimpanan. Program yang ditulis adalah sebuah file, hasil kompilasi (program) juga adalah sebuah file. Ketika Anda mengedit dengan editor, yang Anda edit merupakan file yang jenisnya adalah teks.

File berguna untuk menyimpan data yang akan dipakai kembali, karena apa yang disimpan di file akan ada di media penyimpanan sekunder (harddisk atau disket), dan dapat dipakai kembali meskipun komputer sudah dimatikan. Hal ini berbeda dengan variabel yang nilainya akan hilang ketika program selesai berjalan.

File teks dan File biner

File teks adalah file yang isinya bisa dibaca langsung dengan editor teks biasa, sedangkan file biner adalah file yang memiliki format khusus yang harus dibaca oleh program khusus.

Nama Fisik File

File di dalam disket atau harddisk (atau media penyimpanan manapun) akan diidentifikasi dengan menggunakan suatu nama file. Nama ini disebut dengan nama fisik. Sistem operasi memiliki batasan dalam penamaan file ini (misalnya di DOS atau Windows nama file tidak boleh mengandung karakter titik dua, di DOS nama file maksimal 11 Karakter). Setiap sistem operasi juga memiliki sifat yang berbeda dalam menangani perbedaan case pada nama file. Windows dan DOS menganggap Aku dan AKU adalah file yang sama, sementara Linux menganggap bahwa Aku dan AKU mengacu ke dua file yang berbeda. Perbedaan dalam system operasi ini perlu diperhatikan oleh program agar dapat berjalan di semua lingkungan.

Primitif Pemrosesan File

Ada lima primitif yang digunakan dalam memproses file, yang meliputi assign nama fisik ke nama logik, pembukaan file, pembacaan file, penulisan file, dan penutupan file.

Assign nama fisik ke nama logik
Pemrosesan file diawali dengan assignment nama fisik (berupa string yang merupakan nama yang dikenali sistem operasi) ke nama logik (suatu variabel dalam program yang memiliki tipe file atau tipe text). Proses assignment ini dilakukan agar dalam semua langkah berikutnya file bias diacu berdasarkan variabel tersebut dan bukan nama fisiknya.Assignment nama fisik ke nama logik tidak melakukan hal apapun terhadap file.

Dalam beberapa bahasa, proses assignment dari nama fisik ke nama logik dilakukan ketika file dibuka. Dalam Pascal, assignment ini merupakan langkah yang terpisah dari langkah membuka file. Contoh assign:

var t:text;
begin
assign(t, 'file.txt');
end.

Membuka file
Setelah proses assignment dilakukan, maka file dapat dibuka. Ketika membuka file, harus
ditentukan operasi apa yang hendak dilakukan terhadap file tersebut, apakah file akan dibaca saja, atau file akan ditulisi, atau file akan ditambah isinya di bagian akhir (append), atau file akan dibaca dan ditulis. Pada Pascal, file teks bisa dibuka untuk dibaca dengan memanggil prosedur reset, dibuka untuk ditulis (isi file sebelumnya akan dihapus) dengan prosedur rewrite, dan dibuka untuk ditambah isinya dengan prosedur append. File teks di Pascal tidak bisa dibuka untuk dibaca dan ditulis sekaligus.

Membaca file
File yang dibuka dengan prosedur reset bisa dibaca menggunakan read atau readln. Proses pemabacaan seolah-olah seperti ada pengguna yang mengetikkan suatu input melalui keyboard. Jika ada file dengan nama input.txt dengan isi berikut:

hello
123

(isi file satu baris kata hello, diikuti satu baris angka 123). maka jika program berikut ini dijalankan:

var t:text;
s:string;
i:integer;
begin
assign(t, 'input.txt');
reset(t); (*buka file untuk dibaca*)
readln(t, s); (*baca string dari file*)
readln(t, i); (*baca integer dari file *)
writeln(s); (*tuliskan string yang dibaca dari file *)
writeln(i); (*tuliskan integer yang dibaca dari file *)
close(t);
end.

Maka hasilnya adalah program akan mencetak hello dan diikuti dengan angka 123 di baris
berikutnya. Kata hello dan angka 123 dibaca dari file input.txt.

Menulis file
Sebaliknya, sebuah file yang dibuka dengan menggunakan append bisa ditulisi dengan
menggunakan write atau writeln, dengan parameter pertama adalah nama logik file. Penulisan dengan write dan writeln yang dilakukan terhadap file akan tertulis pada file dan tidak pada layar. File yang sudah ditulisi ini bisa dibaca lagi dengan program yang serupa.
Program berikut ini akan menuliskan 2 baris ke dalam sebuah file teks, baris pertama adalah kata hello dan baris kedua adalah sebuah integer 123

var t:text;
begin
assign(t, 'output.txt');
rewrite(t); (*buka file untuk ditulisi*)
writeln(t, 'Hello'); (*tuliskan string ke dalam file*)
writeln(t, 123); (*tuliskan integer ke dalam file *)
close(t);
end.

Hasil output program di atas dapat dibaca oleh contoh program sebelumnya.

Menutup file
Setelah selesai, maka file perlu ditutup. Setelah file ditutup sistem operasi akan memastikan
bahwa file dipindahkan ke media penyimpanan, sebelum file ditutup, file mungkin belum
dituliskan ke media penyimpanan. Penutupan file dalam Pascal dilakukan dengan memanggil
prosedur close dengan parameter nama logik file yang telah dibuka.

Skema dasar Pembacaan File

file berisi :

5
adi
budi
charlie
desi
eni

Skema pembacaan yang dilakukan untuk membaca soal semacam itu adalah dengan loop for denganterlebih dahulu membaca jumlah yang akan diloop, misalnya seperti ini (anggap t adalah nama logic untuk file yang sudah dibuka untuk dibaca, i adalah sebuah integer, dan tabs adalah array of string):

readln(t, jumlahbaris);
for i:=1 to jumlahbaris do
begin
readln(t, tabs[i]);
end;

Pemabacaan file juga bisa dilakukan terhadap file yang tidak diketahui jumlah barisnya dengan menggunakan fungsi eof. Fungsi eof akan mengembalikan true jika akhir dari file telah tercapai, dan false jika belum.

(* buka file *)
While (not eof(t)) do
begin
readln(t, s);
(* lakukan pemrosesan *)
end;


STDIN dan STDOUT

Sebenarnya fungsi read/readln dan write/writeln tanpa parameter file akan menganggap dua buah nama logik untuk input dan output. Read dan Readln akan membaca dari nama logik STDIN yang merupakan file input standar (yang dipetakan oleh sistem operasi menjadi input dari keyboard), sedangkan Write dan Writeln akan menulis ke nama logik STDOUT yang merupakan file output standar (yang dipetakan oleh sistem operasi menjadi output ke layar komputer). Sehingga instruksi

readln(s);

sama saja dengan

readln(stdin, s);

dan

writeln(s);

sama saja dengan

writeln(stdout, s);

Anda mungkin akan banyak menemui contoh program yang memakai teknik
seperti ini:

assign(stdin, 'input.txt');
reset(stdin);

yang memetakan ulang stdin ke file 'input.txt' sehingga untuk membaca file cukup dilakukan dengan

readln(s); (* sama dengan readln(stdin, s) *)

Sebaliknya stdout juga bisa dipetakan agar semua writeln akan muncul di file.

Assign(stdout, 'fileout.txt');
rewrite(stdout);

Teknik semacam ini sebaiknya tidak digunakan, karena selain mengurangi keterbacaan program, program memakai fitur sistem operasi (yang kebetulan saat ini didukung oleh Windows dan Linux), yang mungkin tidak akan ada di semua sistem